Karang Tengah Raya #82164218

Jangan biarkan bangunan rumah dibangun tanpa perencanaan yang jelas. Sebuah rumah tentunya dibuat melalu teknik perancangan yang dilakukan oleh seorang tenaga profesional. Jadi, sebagai calon pemilik rumah jangan sampai salah langkah dengan melupakan salah satu dari 8 aspek di bawah ini sebagai syarat hunian lengkap yang aman dan nyaman.

  • Pondasi

Pondasi rumah adalah salah satu hal yang harus pertama kali dipikirkan karena berada di proses dasar. Bahan material yang untuk pondasi rumah misalnya batu bulat, batu pecah, dan batu karang. Batu bulat adalah material yang kerap ditamukan pada bagian sungai dekat pegunungan atau hulu. Namun, karena batu bulat bentunya kurang mencengkram maka harus diimbangi dengan semen yang lekat. Kelebihan batu bulat adalah harganya terjangkau.

Batu pecah berbeda dengan batu bulat. Ukuran aslinya lebih besar namun kemudian dipecah menjadi bongkahan yang kekerasannya cukup kuat serta tidak mudah hancur. Batu pecah lebih bisa mencengkram secara maksimal. Namun, harganya juga berada di atas batu bulat. Lain lagi dengan batu karang yang berasal dari pantai. Jenis material ini memang paling mahal tetapi memang sangat kuat dan tidak mudah lapuk.

  • Atap Rumah

Ada beberapa tips jitu dalam memilih atap rumah yang baik. Pertama, pilihlah kerangka atap yang kuat. Bahan dari baja akan dapat menyangga atap secara maksimal karena sifatnya kuat serta tidak mudah keropos. Kedua, perhatikan cuaca di sekitar rumah. Memilih kerangka atap rumah sangat berkaitan dengan bagaimana cuaca di sekitar apakah kering atau lembap.

Hal ketiga yang harus diperhatikan adalah instalasi atap. Ada beberapa kerangka yang instalasinya cukup rumit. Oleh karena itu snagat dianjurkan untuk menyewa tenaga seorang profesional dan kuli yang berpengalaman untuk perencanaan sampai pemasangannya agar tidak membahayakan pemilik rumah. Keempat, perhatikan pula bahan atap serta ketebalannya. Kelima, jangan sepelekan kualitas serta jaminan produk bahan material yang dibeli supaya rumah lebih awet.

  • Lantai

Bahan yang digunakan untuk interior rumah berupa lantai bisa bermacam – macam. Namun, ketika memilih bahan tersebut ada beberapa hal yang perlu dipahami seperti harga, ketahanan, pembersihan, dan pemasangannya. Ada beberapa jenis pelapis pada lantai, diantaranya plester, keramik atau ubin, kayu, marmer atau granit, dan karpet.

Lantai plester memiliki keunggulan halus dan murah. Lantai ubin atau keramik adalah bahan yang paling banyak digunakan rata – rata rumah standar menengah di Indonsia. Lantai kayu mampu memberikan kesan alami tetapi perlu perawatan cukup ekstra setelah beberapa tahun. Sedangkan lantai marmer harga beli dan perawatannya cukup mahal tetapi tampak sangat elegan serta mewah.

  • Dinding

Dinding rumah adalah salah satu bagian yang sangat penting untuk dipertimbangkan baik bahan hingga desainnya supaya rumah tampak sempurna. Bahan – bahan untuk membuat dinding rumah antara lain papan semen fiber, sliding plastik, panel kayu alami, veneer, papan kayu sintetis, gelas atau kaca, serta aksesoris seperti wallpaper, cat, atau stiker dinding.

  • Tangga

Untuk memaksimalkan jumlah ruangan serta nilai fungsi rumah, banyak orang yang membuat 2 atau 3 lantai pada huniannya. Karena itu, komponen pelengkap yang tidak boleh dilupakan adalah tangga. Tangga membutuhkan beberapa bahan misalnya seperti beton, logam, kaca, kayu, serta bata. Tentu tidak semua bahan wajib dipakai sekaligus. Tetapi perhatikan komposisi keluarga dan anggaran untuk memilih bahannya.

Sebagai contoh, jika memiliki anak maka jangan menggunakan tangga putar yang berbahan logam karena cukup beresiko. Lebih baik pilih tangga kayu atau bata sehingga aksesnya mudah. Selain itu, jika memiliki anggota keluarga berusia lanjut bahan kaca juga bisa cukup berbahaya.

  • Pagar

Pagar adalah komponen luar rumah yang berfungsi untuk melindungi halaman serta bagian dalam secara keseluruhan. Meskipun ada beberapa perumahan dengan konsep cluster atau tanpa pagar, tetapi keberadaan komponen yang satu ini memang masih banyak dibutuhkan. Apalagi bagi pemilik rumah yang sibuk dan mengingat tingkat kriminalitas kian menanjak.

Bahan untuk membuat pagar bisa disesuaikan dengan anggaran. Jika untuk keamanan, pilih pagar berbahan bata atau besi. Namun, apabila lingkungan sangat aman sehingga keberadaan pagar hanya difungsikan untuk keindahan rumah maka bisa dipilih bahan kayu atau bahkan tanaman rambat.

  • Pintu dan Jendela

Jenis bahan untuk pintu dan jendela juga bisa menyesuaikan lingkungan rumah serta pemiliknya. Untuk daerah yang agak panas, pintu geser dengan bahan kayu bisa dipilih. Namun jika kondisi cuaca sekitar lebih lembap, maka kayu yang agak tebal dengan engsel lebih tepat digunakan supaya bisa mengatasi udara dingin misalnya ketika hujan.

Ukuran pintu serta jendela sebaiknya diskala dengan ukuran ruangan. Jadi, semakin besar ruangan tersebut maka jendela dan pintunya juga harus lebih besar. Hal ini sangat erat kaitannya dengan sirkulasi udara. Namun, apabila ingin lebih baik dalam pengelolaan keluar masuknya udara maka bisa memanfaatkan ventilasi tambahan.

  • Ruangan – Ruangan

Ada berapa ruangan yang dibutuhkan pada sebuah rumah? Pada dasarnya, ruangan primer yang dibutuhkan hanya 4, yaitu ruang depan yang bisa difungsikan untuk ruang tamu dan keluarga, dapur, kamar tidur, dan kamar mandi.

Akan tetapi jumlahnya tentu bisa menyesuaikan pemilik. Misalnya ada beberapa anggota keluarga, tentu satu kamar saja tidak cukup. Oleh karena itu, setiap ruangan perlu dirancang ukurannya supaya cukup dengan luas bangunan. Jika masih kurang maka solusinya bisa menggunakan lantai 2 atau 3 sebagai tambahan.


4 Cara Paling Efektif Untuk Menjaga Tekanan Darah Agar Tetap Normal Cara Memanjangkan Rambut Dengan Menggunakan Lidah Buaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *